Healing Process & Quantum Ikhlas

Setelah sekian lama blog nya gagu, sepi, bisu ga disentuh sama yang punya, akhirnya yang punya mencoba menulis apa yang sekarang lagi ada di hati.

Beberapa bulan lalu, aku mendapatkan ‘anugrah’ dari Allah untuk merasakan sesuatu yang mengharubiru hatiku.

Meskipun aku tahu, semua ini seperti bom waktu yg siap meledak kapan saja, hanya masalah waktu, toh tak urung aku dibuat terkejut, shock, dan entah kata2 apalagi yg bisa menggambarkan suasana hati aku saat itu.

Tapi Allah memang Maha Adil. Di saat aku membutuhkan seseorang untuk menuntun ku keluar dari kesedihan aku, Dia kirim orang2 yg begitu baik untuk aku.

Thanks to Jeng O. Karena biasanya dia jarang sekali ada saat aku membutuhkannya. Tapi kali itu, dia punya waktu buat dengerin tangisan bombay aku.

Thanks to Lisa. Temen lama ku yg tiba2 muncul setelah sekian lama ‘menghilang’ di keindahan Papua. Dia kasih aku tempat untuk ‘escape’ saat aku tak mampu menjawab telepon dari teman2 aku yg bertanya ‘Kenapa ga datang?’ Atau ‘Mau datang sama siapa?’ dll.

Beberapa saat sebelum ‘bom waktu’ itu benar2 meledak, aku sudah mulai mencari tahu, bagaimana caranya agar aku bisa mengikhlaskan semua ini. I knew it, it can be happened anytime.

Lalu di salah satu milis yg aku ikuti, ada yg bertanya ttg ikhlas. Terus ada yg jawab dan saranin untuk baca buku Quantum Ikhlas nya Erbe Sentanu. Aku terus beli bukunya (jauh banged lho belinya…di Manado), hanya saat itu aku bacanya ‘at a glance’ karena  buru2 pengen tau akhirnya seperti apa sih.  

Ternyata betul. Buku itu amat sangat berguna saat ‘Bom Waktu’ itu benar2 meledak. Aku jadi serius membaca ulang buku itu. Aku ikuti semua petunjuk yang ada di sana. Bahkan karena saking semangatnya ingin ’sembuh’ dari luka hati ini, aku ikut trainingnya yang diadakan di Bandung akhir Agustus lalu.

Aku juga mulai aktif ikut di komunitas Katahati Circle. Di sana para mentornya begitu telaten membimbing aku menemukan ‘ikhlas’. Karena sesungguhnya ikhlas itu sudah ’built in’ di dalam hati kita. Hanya kita yang ga ‘ngeh’. Itu yg selalu dikatakan oleh para mentor aku yang (akhirnya) menjadi temen2 baik aku deh. 

Aku diingatkan untuk selalu berterimakasih atas apa yg aku terima. Aku terus menerus diyakinkan bahwa sakit hati itu hanya ilusi. Bahwa yang terjadi padaku saat ini adalah yang terbaik menurut  Allah buat aku. Ikhlas…karena Dialah yang Maha Mengatur. Terserah Dia mau mengatur apa.

Thanks to Mas Nunu (Erbe Sentanu) buat bukunya yang bagus banget.

Dan memang…aku bersyukur…banget. Aku seperti melihat diriku sendiri. Seseorang telah membuatku terjatuh, terpuruk dan hampir membuatku tak mampu bangkit lagi. Tapi tiba2 tangan Allah datang lewat teman2 di Katahati Circle, yang menuntun aku untuk bangkit, mengajakku kembali berjalan sambil menikmati karunia Allah yang lain, yang ada di sepanjang jalan kehidupan ini.

Terima kasih…banged buat Mas Eri dan Mas Firdaus…you guys realy great!!! You always convince me. Ikhlas is the key. There is no way to ikhlas, Ikhlas is the way —itu ‘quote’nya Mas Firdaus. You always there when I need you.  

Sembuh? Belum total…tapi mudah2an aku bisa tetep ada di Zona Ikhlas. Sempet berasa sakit waktu liat foto2nya di blog FS juga. Tapi ada pepatah bilang,’Obat yang baik pahit rasanya’.

Kalau pernah membaca pepatah lama,’Mengharapkan hujan turun dari langit, air di tempayan ditumpahkan’, atau ‘Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan’. Itulah gambaran yang rasanya pas buat aku.

One Response to “Healing Process & Quantum Ikhlas”

  1. Quantum Ikhlas - Ikhlas tuh ternyata Optimis! | Buku Says:

    [...] healing process & quantum ikhlas [...]

Leave a Reply